Dipanggil untuk Semakin Setia Mengikuti Yesus

 

Mengenang 50 tahun ALMA tidak lain adalah mengenang karya Roh Kudus yang telah menggerakkan dan bekerja melalui Rm. Yansen, CM. ini tidak bisa kita hindari dan memang demikian kenyataannya. Apa yang sudah dirintris Rm. Yansesn dan berdirinya ALMA sungguh karena bisikan Roh Kudus yang selanjutnya diwujudkan oleh Rm. Yansen dalam karya dan kepedulian kepada mereka yang menderita melalui gerakan ALMA.

Syukur kepada Allah dan terimakasih kepada Rm. Yansen kiranya merupakan ungkapan yang pas untuk mensyukuri 50 tahun ALMA berkarya di Keuskupan Malang khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Mengucap syukur bukan sekedar bergembira melainkan juga berani untuk menatap ke depan dengan aneka persoalannya serta berani introspeksi diri selama perjalanan 50 tahun tersebut. Apa yang seringkali menghambat karya Roh dalam perjalanan ALMA selama ini itulah yang perlu untuk direfleksikan untuk disempurnakan agar cita-cita pendiri dan kehendak Allah sendiri semakin nyata. Selain merefleksikan diri, kurun waktu 50 tahun hendaknya semakin menjadikan ALMA semakin mampu dengan cerdas untuk menangkap tanda-tanda zaman dan mewujudkan dalam aneka pelayanan Roh agar spiritualitas pelayanan yang dirindukan pendiri semakin Nampak dan nyata dalam hidup menggereja.

Saya percaya dan sungguh kagum akan karya Roh Kudus yang telah dibisikkan kepada Rm Yansen dan olehnya ditanggapi dengan kerelaan dan ketulusannya mewujudkan dalam gerakan pembaharuan hidup rohani Gereja melalui ALMA. Saya juga percaya bahwa apa yang dilakukan Rm. Yansen bukan seketika, bukan tiba-tiba dan bukan sekedar sebuah karya monumental. Pengalaman rohani Rm. Yansen itulah yang menggerakkan beliau untuk merwujudkan, sehingga bukan sekedar kegiatan atau hanya karya. Melainkan karya yang bersumber dari kesetiaan mendengarkan bisikan dan kehendak Roh Kudus sendiri. Tidak heran kalau mamp bertahan selama 50 tahun. Selain dorongan Roh Kudus, sebagai seorang imam CM tentunya juga semangat pendiri dan juga konstitusi tarekat sangat mempengaruhi dan mendorong untuk mewujudkan gerakan Roh tersebut. Dalam sharing dan pengalaman imannya selain kehendak Allah dan spiritualitas tarekat, teladan pada tokoh belas kasih seperti Ibu Theresa Calcuta sangat mempengaruhi perjalanan rohani Rm Yanses dan yang menggetarkan beliau untuk tetap setia pada pilihannya, membela mereka yang terlantar, cacat dan terpuruk sebagai wujud cintanya kepada Yesus sendiri.

Apa yang sudah diwujudkan oleh Romo Yansen sebagai jawaban atas bisikan Roh Kudus dan kemudian terlahirlah ALMA hingga saat ini merupakan proses yang panjang. Proses itu masih terus terjadi dan harus terjadi bahwa melalui ALMA karya Roh Belas Kasih Allah harus nyata. Meneruskan proses itulah yang harus menjadi dasar dan komitmen sebagai wujud dan ungkapan syukur. Ini penting karena dalam proses pasti persoalan, gesekan dan perbedaan pendapat merupakan situasi yang sangat Nampak ketika aneka golongan dan suku serta latar belakang hidup dalam komunitas ALMA. Namun saya percaya kalau yang kita kedepankan adalah belas kasih Kristus bagi mereka yang cacat, miskin, terlantar dan tidak terawat karena kelemahan fisik dan mental sebagai wujud pelayanan ALMA keutuhan akan tetap berlangsung. Karena apapun alasannya aneka perbedaan itu harus menjadi satu ketika kita masuk ALMA yaitu bersama sebagai saudara mencintai mereka yang terpuruk fisik dan mentalnya.

Perjalanan ALMA untuk mewujudkan kehendak Allah dalam membela mereka yang terpuruk masih panjang. Karya Roh juga tetap terbuka bagi ALMA dan Gereja pada umumnya. Persoalannya sejauh mana dalam langkah selanjutnya ALMA masih mampu untuk semakin setia pada pada panggilannya untuk mengikuti Yesus yang senantiasa mengulurkan tangan bagi mereka yang miskin dan terpuruk. Kegagalan kita untuk setia pada Yesus dan bisikan Roh Kudus ketka yang kita kedepankan ego dan kepentingan diri karena ingin dipuji, ingin dikatakan hebat, ingin dikatakan sukses, ingin dikatakan berhasil. Godaan keinginan mambangun monument pribadi itulah yang akan menggagalkan karya yang telah dirintis oleh Rm. Yansen sampai pada usinya yang ke-50.

ALMA akan menjadi buah yang terindah bagi Gereja khususnya keukupan Malang dan kegembiraan khusus bagi Rm. Yansen ketika didapai bahwa ALMA adalah komunitas belas kasih yang merindukan cintakasih persaudaraan dan bersama-sama mencintai mereka yang mengalami keterpurukan baik jasmani maupun mental. Menjadi saudara dengan sesame ALMA dan bersama untuk mensetiai karya-karya yang sudah ada serta mewujudkan belaskasih Allah dalam karya-karya yang dibutuhkan Gereja merupakan tanda bahwa ALMA setia pada panggilan untuk mengikuti Yesus Kristus, Tuhan dan Guru belaskasih Gereja.

 

 

 

Malang, 12 Juni 2011

Hari Raya Pentekosta

 

Salam dan Berkat,

 

 

 

Msgr. H.J.S. Pandoyoputro, O.Carm

Uskup Keuskupan Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here