MALANG – Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan dasar Pancasila banyak dijadikan bahan studi bangsa lain. Namun, kondisi saat ini, kesatuan dan kedaulatan,serta kehormatan itu semakin terancam.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengatakan, persoalan negara saat ini sudah sampai pada tahap kritis, sehingga dibutuhkan komitmen bersama untuk menyelamatkannya. Pancasila, menurut dia, sejauh ini masih sebatas menjadi simbol yang belum diamalkan secara nyata.

“Banyak forum internasional di luar negeri yang membuat saya takjub karena Pancasila begitu dihormati, dibanggakan,dan dipelajari. Namun, di kita sendiri,kondisinya menjadi memprihatinkan,” tuturnya saat menjadi pembicara dalam Simposium Pancasila yang digelar atas kerjasama Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Keuskupan Malang, Lembaga Bina Bangsa Soekarno-Hatta, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Jawa Timur, dan Universitas Merdeka (Unmer) Malang di Balai Merdeka Unmer Malang,kemarin. Carut-marutnya kondisi bangsa saat ini, kata Din, menjadi bukti adanya pengingkaran terhadap Pancasila.

Dia mengatakan, pemerintah saat ini,mulai dari tingkat daerah hingga pusat, sudah terjebak pada permainan uang, tanpa mempedulikan lagi kepentingan rakyat. Hal senada juga diungkapkan mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri. Menurutnya, minimnya implementasi Pancasila menyebabkan tumbuh suburnya neokolonialisme, mental materialistik, dan haus kekuasaan. ??yuswantoro

 

sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/450802/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here