HOMILI 60 TAHUN SMPK “MARIA FATIMA”

20 Desember 1952 – 2012

 

Yang berbahagia dan terkasih

Suster Kepala SMPK “Maria Fatima”, para staf Pengajar dan Pendidik, para siswa-siswi, para Karyawan-Karyawati,

Suster Provinsial beserta anggota Dewan Pimpinan Provinsi Kongregasi para Suster Santa Perawan Maria, Ketua Perkumpulan Dharma Putri beserta segenap Pengurus, para Alumni beserta tamu undangan,

Para Romo, para biarawan-biarawati yang terhormat,

 

Pertama: saya menggarisbawahi dan mendukung pemilihan tema yang diangkat dalam peringatan Pesta Intan SMPK “Maria Fatima” pada hari ini: “Maju bersama meningkatkan kualitas pribadi dan perutusan”. Tema ini didukung oleh Firman Allah yang diangkat dalam Perayaan Syukur Liturgis serta seirama dengan harapan para Uskup Gembala Gereja di Indonesia dalam Nota Pastoral untuk Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik. Dalam Nota Pastoral tentang pendidikan sangat diharapkan bahwa buah-buah dari Pendidikan Katolik sanggup menciptakan pribadi-pribadi yang unggul, bukan hanya dibidang intelektual, melainkan meliputi berbagai macam bidang yang menjadikan manusia menjadi pribadi yang utuh berdasarkan nilai-nilai iman Kristiani yang selanjutnya berdaya guna bagi masyarakat, bangsa, negara dan Gereja. Itu juga yang saya saksikan selama kurun waktu panjang yang diperjuangkan oleh Lembaga Pendidikan Perkumpulan Dharma Putri. Tidak terbilang banyaknya dan beragamnya berbagai prestasi yang telah diraihnya.

 

Kedua: Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Korintus mengingatkan akan kemurahan Allah dan menyakinkan mereka bahwa Allah akan memberkati mereka dalam pelayanan kepada sesama, yaitu memberkati orang yang memberi dengan sukacita. Dalam hal ini yang dimaksudkan ialah memberkati pelayanannya. Dan ini hendaknya dimengerti dan diterapkan dalam diri pada pengajar, pendidik di dalam lingkup SMPK ”Maria Fatima”. Ini kita syukuri, dan kita harapkan selalu dapat ditingkatkan, demikian sehingga kualitas para peserta didik dan semua yang terlibat didalamnya meningkat kualitasnya termasuk ibu-bapak para suster yang mendapat tugas perutusan.

Kalau demikian apa yang disampaikan oleh Penginjil Mateus meneguhkan semua yang diharapkan oleh keluarga besar SMPK “Maria Datima”. Kualitas setiap pribadi serta para utusannya menjadi bercahaya. “Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang”. Tuhan menghendaki bahwa bakat dan anugerah yang telah diterima digunakan setinggi kemampuan. Syukur-syukur kemampuan para peserta didik dan para utusannya telah berhasil melipat gandakan dan tidak disimpan untuk diri sendiri saja. “Orang tidak menyalakan pelita, lalu meletakkan di bawa gantang, melainkan di atas kaki dian”, sehingga menerangi semua orang di dalam rumah, bahkan sampai melebar dan meluas ke segenap lingkungan yang ada di sekitarnya.

Dengan ditempatkan di atas kaki dian, orang diberi tempat yang baik untuk menyinarkan cahaya dan menyumbangkan terang sampai ke sudut-sudut rumah: meski sumbangan dari antaranya ada yang bersifat sederhana, namun digunakan sebaiknya dan serba merata. Sumbangan akan semakin besar kalau dari antara peserta didik ada yang dipanggil sebagai pujangga, yang berilmu besar dan berkedudukan tinggi: tidak untuk membanggakan diri, tetapi untuk pelayanan sesama, demi pembangunan masyarakat, bangsa dan negara serta Gereja. Setiap peserta didik termasuk yang sudah menjadi alumni diharapkan bekerja dan menyumbangkan kepada sesama sesuai dengan kemampuannya. Bukan besar kecilnya terang yang dituntut, melainkan kesediaan bersinar seturut kemampuannya dan menurut kedudukannya di tempat masing-masing. Semua berfungsi sebagai terang, menurut tempat dan kedudukannya yang berbeda-beda, tetapi semua demi pengabdian kepada Allah, Gereja, negara dan masyarakat.

 

Ketiga: Mensyukuri perjalanan SMPK “Maria Fatima” yang telah genap 60 tahun pasti tidak sekedar hanya membanggakan hal-hal yang tampak dalam prestasi akademis, aneka juara lomba, keberhasilan dalam seni melainkan juga harus berani melihat diri kita sejauh mana kita telah memberi bekal kepada peserta didik kita. Sebagai seorang Uskup saya pribadi merasa prihatin ketika pendidikan tidak mampu menyentuh keutuhan hidup peserta didik kita, antara kepandaian akal budi tidak sambung dengan kedewasaan moral dan iman. Pendidikan yang utuh sudah barang tentu mampu mengkondisikan peserta didik menjadi pribadi yang cerdas secara akal budi, iman dan moral sehingga ketiga hal ini menjadi landasan yang sehat untuk perilaku mereka, baik dalam berbangsa maupun menggereja.

Saya percaya bahwa Perkumpulan Dharma Putri, para suster Santa Perawan Maria  dan segenap pendidik yang terlibat dalam perjalanan 60 tahun SMPK “Maria Fatima” sudah memiliki kehendak yang sama dengan Keuskupan Malang untuk menghadirkan pendidikan Katolik yang utuh dan unggul dalam segala bidang. Yang kita harapkan bersama ialah agar para peserta didik tetap tahan uji dan tidak tergoyahkan oleh arus zaman yang semakin meminggirkan manusia ke taraf “sebatas” benda. Rasa syukur yang boleh kita rayakan kali ini marilah kita jadikan kesempatan untuk semakin memuliakan kehendak Allah.

 

Akhir kata: saya sampaikan ucapan selamat berbahagia untuk 60 tahun SMPK “Maria Fatima”. Terima kasih atas peran sertanya untuk membentuk kader muda di Keuskupan Malang demi masa depan Bangsa dan Gereja. Dirgahayu SMPK “Maria Fatima” agar tetap tangguh menghadapi tantangan hari depan bangsa, Gereja dan Negara.

 

Amin

 

 

Malang, 20 Desember 2012

Berkat dan Doa,

 

 

Msgr. H.J.S. Pandoyoputro, O.Carm

Uskup Keuskupan Malang