HOMILI  KAUL  PERTAMA DAN KEKAL

PARA SUSTER KONGREGASI PASSIONIS   12  Agustus  2012

 

 

Para Suster yang akan mengikrarkan Kaul Pertama dan yang akan mengikrarkan Kaul Kekal,

Suster Pimpinan Kongregasi beserta dewannya

Orang tua para Suster serta para tamu undangan yang berbahagia,

 

  1. Setelah sekian lama menapaki perjalanan untuk mengenali penggilan perutusan Tuhan Yesus Kristus dalam Kongregasi Passionis sebagai Suster Novis dan sebagai Suster Yuniorat, berusaha menghayati spiritualitasnya, hari ini keputusan pertama maupun definitive diambil. Persyaratan itu mencakup kesadaran akan adanya hubungan baik dengan diri sendiri, perasaan yang membawakan kebahagiaan karena memiliki relasi yang sehat dengan sesama suster dalam komunitas, serta mampu untuk menerima kelebihan dan kekurangannya, dan mampu juga untuk membuktikan diri tiada kecemasan kalau berhadapan dengan sesama suster  yang memiliki kelebihan. Sanggup untuk bertanggungjawab dalam membuat keputusan serta cukup berani untuk berbuat benar maupun keliru dengan segala resikonya. Kini dalam ikrar yang akan diucapkannya mendapatkan peneguhan dari Firman Allah yang kita dengar bersama.

 

  1. Sebagai orang yang dipanggil, seorang merasakan telah menemukan jalan yang sebenarnya. Apa saja yang sebelumnya dipandang bernilai, setelah berjumpa dengan Kristus dan mengenalinya, kini dipandangnya sebagai sampah yang perlu ditinggalkannya. Apa yang bukan Kristus itu sia-sia belaka, “RUGI”, karena membuang usaha dan tenaga untuk tujuan yang keliru. Yang akan dilakukan, dan terus dibuktikan dalam hidup dan mati ialah “melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sebagai sampah. Supaya seterusnya memperoleh Kristus”. Menemukan panggilan itu ibarat orang menemukan “HARTA TERPENDAM” atau “Mutiara yang besar harganya”. Semua lain-lainnya dilepaskan dengan mudah. Orang terpanggil tidak pernah lagi puas dengan usahanya, seakan-akan sudah mencapai akhir tujuan dan bisa berhenti serta beristirahat di dunia ini. Kesempurnaan dalam segala selalu dikejar, karena untuk itu orang yang terpanggil ditangkap oleh Kristus. Tidak pernah orang terpanggil selesai, sebelum ia mati. Juga kalau dia menjadi tua, dan sakit; lumpuh untuk aktivitas kerasulan, tidak berarti panggilan “DILUMPUHKAN”. Panggilan sejati mengangkat semua jerih payah pergulatan dan penderitaan pada badan, dan jiwa; hati dipandang sebagai bahan untuk memupuk panggilan dan dipersembahkan sebagai korban. Semboyannya : ”tidak akan berhenti untuk maju berjuang, berusaha dan berkembang. Aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang ada dihadapanku”. Itulah jalan panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Tepat dan benar sekali apa yang sekarang ini telah dihayati oleh para Suster yang akan berserah setia untuk pertama kali maupun seumur hidup. Passio Christi Urget Nos, sengsara Salib Kristus telah menyemangati dan menginspirasi para Suster untuk menyerahkan diri secara total dan tuntas.

 

  1. Santa Perawan Maria telah Diangkat ke Surga. Segala kesetiaannya untuk penyerahan dirinya setiap waktu telah memperoleh mahkotanya. Bunda Maria dengan semua pengalamannya akan peristiwa-peristiwa beruntun, merasa terangkat mengatasi dunia sesaat, dimana ia berpijak, tetapi ia “mengalami” pertemuan sejarah dalam dirinya: harapan di masa lampau, puncak masa kini, dan limpahan tak ada habisnya ke masa depan. Perasaan Maria dalam kidung “Magnificat” bukan lagi perasaan manusia melulu, tetapi manusia yang dalam hidup diangkat oleh Tuhan, untuk menjadi penyalur semua hidup yang dari Allah ke dunia. Maria dijadikan teladan, tumpuan masa kini dan masa mendatang; dengan hidupnya ia ikut menggariskan batas: kebesaran, kuasa, ketinggian dan kekayaan semua pada pihaknya, karena ia berpaut pada Allah sebagai hamba dalam kerendahan hati. Ini berarti kebenaran sikap makhluk terhadap pencipta, jujur, jernih, taat dalam segala yang mengundang turunnya curahan rahmat, anugerah, kurnia yang tak ada habisnya, tak ada henti-hentinya. Maka para suster yang berkaul pertama dan kekal ini bertekad untuk menapaki jejak kesetiaan Santa Perawan Maria dalam penyerahan diri. Maria mengajar Anda, kita semua dengan hidup dan dengan menyanyikan kidung MAGNIFICAT untuk kita semua.

Selamat berbahagia, dan Tuhan senantiasa memberkati buah-buah kesetiaan para Suster.  AMIN