REFLEKSI Pembukaan Yubileum Tahun Kerahiman

Dalam rangka Tahun Yubileum Luar Biasa Kerahiman Allah yang dicanangkan oleh Paus Fransiskus melalui Bulla

“Misericordiae Vultus”  dan telah dibuka secara resmi diGereja Katedral oleh Bapak Uskup Mgr. H.J.S. Pandoyoputro,

O.Carm pada tanggal 08 Desember 2015 dan akan berlang-sung sampai tanggal 20 Novermber 2016 bertepatan dengan

Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam.

Keuskupan Malang telah menetapkan beberapa kegiatan yang mendukung Tahun Kerahiman Ilahi diantaranya Safari Bunda Maria Bunda Karmel, Bunda Berbelas Kasih. Misa Pembukaan Safari Bunda Maria Berbelas Kasih dilaksanakan bertepatan dengan pembukaan Tengger Youth Day pada tanggal 31 Desember 2015 di Gereja Paroki Maria Bunda Karmel Probolinggo dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Malang sekaligus Ketua Panitia Tahun Yubileum Luar Biasa Kerahiman Allah – Rm. J.C. Eko Atmono, Pr didampingi oleh Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Malang – RD. Andreas Adhi Prasetyo, Pastur Paroki Maria Bunda Karmel – RP. Hugo Susdiyanto, O.Carm, Pastur Rekan – RD. Emanuel Wahyu Widodo, Romo Formator di Seminarium Marianum Probolinggo – RP. Gregorius Jefri Wibiksono, O.Carm.

 

Kepanitiaan Safari Bunda Maria dari Gunung Karmel dipercayakan kepada OMK Paroki. Namun pada saat Tengger Youth Day yang berlangsung sejak tanggal 31 Desember 2015 sampai dengan 02 Januari 2016, Komisi Kepemudaan Keuskupan Malang berinisiatif untuk membawa patung Bunda Maria ke Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo dengan harapan Bunda Maria turut mendampingi dan mendoakan jalannya TYD sampai akhir kegiatan. Walaupun harus ditutup menggunakan kain dan dibawa menggunakan tas besar agar tidak terlihat mengingat pejabat Desa Ngadisari yang tidak mengijinkan Patung Bunda Maria dibawa naik ke lokasi di Desa Ngadisari, namun dengan doa dan perjuangan akhirnya kegiatan TYD dapat terlaksana dengan lancar.

http://orangmudakatolik.net/wp-content/uploads/2016/01/1929511_165284223832958_2912153450127472008_n.jpg Bahkan Erupsi Gunung Bromo yang menjadi kekuatiran panitia dan peserta juga tidak terjadi. Gunung Bromo ternyata lebih bersahabat menerima kehadiran OMK se-Keuskupan Malang dalam memulai Safari Bunda Maria dari Gunung Karmel. Patung Bunda Maria yang mulai diarak mengelilingi se Keuskupan Malang pun akhirnya memulai perjalanan Dari Puncak Tengger menuju  ke Paroki St. Antonius Padua – Pasuruan oleh Panitia TYD dan Tim Komkep -KM pada tanggal 02 Januari 2016 dengan selamat dan diserahterimakan kepada Panitia OMK Paroki Pasuruan dalam Misa Sabtu sore yang dipimpin oleh Rm. J.C. Eko Atmono, Pr (Ketua Panitia Tahun Yubileum Kerahiman Allah) didampingi RD. Andreas Adhi Prasetyo (Ketua Komkep-KM) dan Pastor Paroki Pasuruan – RD. Bernadus Winuryanto.

Semoga tahun Kerahiman ini semakin membangkitkan semangat orang Muda untuk bersama-sama berdevosi, berrefleksi akan panggilan menjadi anggota tubuh Kristus didalam gereja katolik yang satu Kudus katolik dan Apostolik. Semoga Tahun Kerahiman Ilahi yang dicanangkan oleh Keuskupan Malang sebagai bentuk rasa saling memiliki semakin nyata diantara OMK dan umat se Keuskupan Malang. Mari orang Muda kita bangkit dan Bangunkan Dunia dengan semangat Kerahiman.

REFLEKSI SAFARI BUNDA MARIA – BUNDA BELAS KASIH PATUNG ST. PERAWAN MARIA DARI GUNUNG KARMEL DI STASI ST. PAULUS GEMPOL Tanggal 17 Januari 2016 – 23 Januari 2016

Puji Tuhan Alleluya, di pagi yang cerah Minggu yang penuh suka cita semangat yang menyala-nyala Karya Allah sungguh terasa mendorong kami pagi ini pada Minggu tanggal 17 Januari 2016. Membawa kami pada situasi rohani yang berbeda dari minggu-minggu sebelumnya. Besar kecil, tua muda menampakkan wajah penuh sukacita, walaupun harus mengawali kegiatan gereja lebih pagi dari biasanya, gereja kami yang biasanya baru ramai dipadati umat pukul 05.45 pagi ini sungguh berbeda lebih awal suara sukacita itu sudah ada di rumah Tuhan. Pada pukul 05.15. Ini menggambarkan gerakan hati segenap umat untuk menyambut Bunda Maria dari Gunung Karmel, begitu Luar biasa dan bukan biasa biasa saja.

Sementara menunggu Patung Bunda Maria tiba di gereja, anak-anak minggu gembira, PPA, Remaka dan OMK serta para umat sudah bersiap-siap dengan antusias untuk  menyambut datangnya Sang Bunda. Pagar betis yang disiapkan oleh minggu gembira, PPA, Remaka, dan OMK yang bersiap menerima Patung Bunda Maria dengan diiringi pujian “Di Lourdes (Ave garia)”. Tibalah waktunya Bunda tampak dihantar oleh rombongan OMK Aloysius Gonzaga Pandaan. Suara merdu pujian dan cahaya sukacita lilin mengiringi diterimanya perpindahan tugas Safari Bunda Maria kepada OMK St. Lusia Gempol. Kekhidmatan dan hati penuh sukacita membawa suasana Ekaristi pada perjalanan rohani yang tidak biasa. Sampailah pada akhirnya Bunda Maria tinggal bersama seluruh umat di Stasi St. Paulus Gempol yang berlangsung selama 7 hari.

Safari Bunda Maria di Stasi St. Paulus diisi dengan kegiatan Doa Devosi kepada Bunda Maria dilanjutkan dengan Misa setiap hari dari tgl 17 januari s/d 22 setiap petang pada pukul 18.00 s/d 20.00 yang dipimpin oleh Romo. E. Eko Aldianto O.Carm, dan Romo Stanis CM, dilanjutkan doa dan pujian didepan patung Bunda Maria oleh OMK, Remaka, dan PPA serta minggu gembira berakhir pukul 22.30 WIB dan berakhir tgl 23 januari sebelum kita menghantar ke Paroki Maria Fatimah di Bangkalan Madura, Safari  Bunda Maria selama bersama kami  dapat gambarkan sebagai perjalanan jejak-jejak langkah Bunda yang bukan saja harus kami ikuti di belakang-Nya tetapi harus hidup bersama sama kami Keluarga besar gereja.

Gambaran perjalanan Bunda selama bersama-sama umat stasi, kami mulai dari :

  1. Di kalangan anak dan muda mudi Katolik :  Pengenalan akan kerahiman Bunda Maria kami lakukan dengan mengajak seluruh teman-teman OMK, Remaka, PPA,Minggu gembira untuk menikmati hidup dalam Keheningan di gereja dimana keheningkan melahirkan Doa-Doa baik itu ucapan syukur,pengharapan dan pujian, sungguh di luar yang kami perkirakan dari jumlah 10 sampai pada akhirnya lebih dari 20 teman – teman senantiasa merasakan gerakan Roh Allah melalui permohonan kepada Bunda Maria kami senantiasa dihimpun dan tiada pernah jenuh melakukan doa selama Bunda Bersama kami. Walaupun kemalasan, cuaca, jarak, tugas yang biasanya menghalangi kami tidak menjadi hambatan bahkan menggelitik hati kami untuk ayo hadir dan berdevosilah kepada Bunda Maria. Dorongan ini kami rasakan selama Bunda Maria hidup dalam hati kami masing-masing, dan akhirnya kami yakin patung Bunda Maria bukan patung biasa namun Roh Allah ada dalam diri Bunda yang terwujud dalam patung. Kehidupan Doa ini belum pernah ada dan belum pernah ada Greget untuk melalukannya, Puji Tuhan  Kehadiran Bunda Maria membawa kami dalam pengalaman BARU “MEMBANGUN HIDUP IMAN MELALUI KEBERSAMAAN DALAM DOA “.  Kami percaya kehidupan Doa ini mampu membangun kami untuk menjadi pribadi  yang mampu melakukan Kehendak Allah yang semakin baik dari hari ke hari.
  2. Di kalangan Dewasa sampai usia Lansia : Kehadiran Bunda bagaikan Magnet yang mampu menarik dari penjuru mana pun. Misa harian yang dilakukan di stasi 2 hari dalam 1 minggu (selasa dan Jum’at) yang biasanya tidak penuh dengan kehadiran umat  dewasa khususnya, sejak Kehadiran Bunda Maria Luaaar Biasaaa gereja kami

Penuh Tua, muda, anak,anak semua hadir. Lebih dari itu gerakan Rohani kehadiran Bunda mendorong kehidupan Keluarga untuk untuk Berdoa di gereja yang biasanya dalam 1 keluarga yang ke gereja hanya anak atau ibu, atau bapak atau nenek/ kakek  saja, tapi kehadiaran Bunda menggerakan anggota keluarga untuk bersama sama untuk hadir dan berdoa. Kerahiman Bunda menghidupi gerakkan untuk berbagi  dapat kami gambarkan disini kehidupan doa menuntut kami menerapkan  bukan hanya berdoa saja, salah satu gerakkan Kerahiman dalam wujud Kasih di lakukan keluarga gereja Stasi dengan melakukan kunjungan kepada umat gereja yang menderita sakit baik di rumah maupun di rumah sakit. Kebiasaan ini memang sudah ada di Stasi kami yang hanya dapat kami temui pada beberapa umat saja, tetapi dorongan untuk saling memperhatikan dan mendoakan bagi mereka yang lemah fisik begitu luar biasa menggerakkan yang tidak biasa melakukan menjadi tergerak untuk melakukan dalam bentuk kasih antar sesama umat beriman di kalangan dewasa. Harapan kami kebiasaan berbagi boleh kami lakukan dalam berbagai hal, dalam perwujudan kehendak Allah. Sedikit gambaran yang boleh kami sampaikan sebagai refleksi kegiatan Safari Bunda Maria di Stasi kami. Kami berharap  pelajaran penting Safari Bunda Maria selama sepekan di Stasi memampukan kami semua kalangan anak-anak, muda, dewasa, dan lansia menampakkan, mewujudkan wajah Allah dalam kehidupan kami sehari-hari dimana pelajaran penting itu dapat kami gambarkan dan simpulkan dalam doa kami yang sudah dicontohkan Bunda Maria sendiri yaitu :

  1. Bunda Maria dipilih Tuhan sebagai wanita yang paling sederhana mengajarkan kepada kami untuk siap dalam segala keadaan, bersedia menanggapi kehendak Allah, seperti Bunda dengan segala kesederhanaannya dari awal sampai dengan akhir melakukan kehendak Allah tanpa bertanya terlebih dahulu dan menolaknya namun dilakukannya dengan tulus walaupun banyak selubung-selubung yang dihadapi sampai pada akhirnya. Ziarah adalah perjalanan jejak langkah Bunda yang harus mampu kami teladani dalam jejak iman dan kejujuran. (Kotbah misa oleh Romo. Stanis, CM)
  2. Bunda Maria mengajarkan kepada kami untuk melakukan yang benar dihadapan Allah, dengan mewujudkan INSTENSIODANTIS yaitu melakukan konsentrasi penuh dengan mentaati, menghayati kehidupan kehendak Allah yang juga direfleksikan dalam kehidupan Santa Agnes Perawan. Gambaran ini membawa perjalanan rohani kami untuk melakukan sedikit walaupun tidak banyak kehidupan kemartiran dimanapun kami berada, anak-anak mampu mengurangi kesenangan sesaat dalam bermain dan memilih duduk dan berdoa bersama Bunda. Untuk kalangan dewasa : menghidupi kemartiran dalam pelayanan yang tulus ditengah keluarga inti dan ditengah pekerjaan serta kalangan masyarakat. (Kotbah misa oleh Romo. Eko Aldianto, O.Carm)

Akhir kata dan doa kami dari seluruh umat Stasi St. Paulus Gempol.  Terimakasih Bunda, Terimakasih. Hari yang indah boleh kami lalui bersama engkau dan kami yakin hidup baru dan wajah baru kehendak Allah boleh kami nampakkan dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here