Sejarah Paroki Kesatrian

Nama Paroki : Kesatrian

Nama/Pelindung : Ratu Rosari

Buku Baptis : Sejak 7 November 1982. Sebelumnya di Malang (kayutangan dan Calaket)

Alamat : Jl. Plongkowati No. 2, Kesatrian, Malang 65131, Jawa Timur, Indonesia

Telp : : +62 341 – 366371

Fax : +62 341 – 331511

Website : http://parokiraturosari.org

 


Sejarah Paroki :

Berdirinya paroki dan Gereja Ratu Rosari Malang tidak dapat dilepaskan dari peran Rm. Ben Ujan,SVD. Setelah karyanya di Sorong – Papua selesai pada tahun 1982, Rm. Ben ditugasi untuk mendirikan paroki di Malang.

Mengapa perlu dibangun Gereja SVD di Malang? Karena pada sekitar tahun itu telah berdiri Seminari SVD di kota itu., maka diperlukan sebuah paroki SVD untuk praktik para seminaris.

Dan Uskup Malang ketika itu, yaitu Msgr.Hadisumarto, O.Carm merekomendasikan kepada Rm. Ben Ujan untuk pengembangan paroki di kawasan Kesatrian. Daerah itu dipilih karena memang belum ada paroki dikota Malang sebelah timur.

Kemudian Rm. Ben Ujan membeli peta kota Malang, memberikan garis di peta itu, mengembangan wilayah yang mungkin dikembangkan menjadi Paroki. Dikunjunginya pula Romo di Paroki Kayutangan dan Celaket. Disana Rm. Ben mencari info siapa siapa ketua lingkungan yang dapat didekati. Setelah terkumpul kurang lebih 150 data KK umat, Rm. Ben kembali menghadap Uskup Malang untuk melaporkan kesiapan umat membentuk paroki baru.

 

BADAN RINTISAN

Pada bulan September 1982, dalam suatu pertemuan kecil dirumah Bapak R.E. Soekiman (Jalan Hamid Rusdi K. 67) lahirlah badan rintisan pendirian paroki yang disebut Badan Koordinasi Paroki (BKP) dengan susunan dan tugas sebagai berikut.

 

A. SUSUNAN PENGURUS BKP

Penasehat : Pastor Ben Ujan,SVD

Ketua : Bapak R.E.Soekiman

Sekretaris : Bapak Ngadiyo

Bendahara : Bapak A.Y. Sukardi

Sie Liturgi : Bapak Sujud W.dan Bapak Hananto

Sia Pewartaan : Bapak F.X. Soedijonodan Bapak Titus W.

Sie Usaha : Ibu Th. Sujono

 

B. TUGAS BKP

  1. Melaksanakan pelayanan umat sesuai dengan kemampuan. Tugas ini meliputi kegiatan mengembangkan kerjasama dankoordinasi perangkat, serta memberikan pelayanan liturgi, pewartaan, dankunjungan umat sesuai dengan kondisi yang ada.
  2. Mencari tempat ibadah sementara.Untuk sementara meminjam Gereja Ekumene Yonkav 3 / Serbu
  3. Mengusahakan pondokan Pastor.Akhirnya pastor dan Br. Lorens mendiami rumah kontrakan dijalan Kalimosodo IVatas tanggungan keuskupan. Keperluan dapur dan lain lain ditanggung Serikat.Sedangkan umat secara spontan / incidental membantu sesuai dengan kemampuan.
  4. Menata kewilayahan. Wilayah parokibaru ini merupakan pemekaran dari Paroki Kayu Tangan dan Paroki Celaket. Pemekaran Paroki Kayu Tangan terdiri atas 2 lingkungan yaitu Santa Monika (Ketua : BapakAsman) dan Kesatrian Dalam (Ketua: Bapak Ag. Sudarsono). Pemekaran ParokiCelaket terdiri atas 5 lingkungan yaitu Santa Maria (Ketua : Bapak F.X.Kuncoro), Santo Paulus (Ketua : Bapak G. Pramono), Santa Cecilia (Ketua: IbuUtomo), Santa Theresia (Ketua: Ibu Th. Sujono), dan Santa Bernadeth (Ketua: IbuDonny).
  5. Menyiapkan peresmian Paroki. Pada 7oktober 1982 pukul 17.00 paroki diresmikan oleh Pastor Harjanto, CM (SekretarisKeuskupan Malang) di Gereja Ekumene Yonkav 3 / Serbu. Karena bertempat dikompleks tinggal prajurit yaitu di Gereja Ekumene Yonkav 3 / Serbu. Karena bertempat di kompleks tinggal prajurit yaitu di Gereja Ekumene Jalan KesatrianTerusan 3 Malang, maka paroki baru ini diberi nama Paroki Kesatrian dengan pelindung Santa Maria Ratu Rosario dari Fatima. Identitas lengkapnya ialah:PAROKI RATU ROSARI KESATRIAN KEUSKUPAN MALANG.
  6. Menyiapkan terbentuknya Dewan Paroki. Dewan Paroki rintisan (pertama) pada akhirnya dapat dibentuk pada Mei 1983. Dengan terbentuknya Dewan Paroki, berakhirlah masa bakti BKP.
  7. Menjalin hubungan dengan instansi danmasyarakat setempat. Hubungan itu berjalan lancar dan baik.

 

 

Sumber : http://parokiraturosari.org/Sejarah.aspx

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *