SURAT GEMBALA “GERAKAN EKOPASTORAL”

SURAT   GEMBALA “GERAKAN  EKOPASTORAL”

K E U S K U P A N  M A L A N G

Keterlibatan Gereja dalam Melestarikan Keutuhan Ciptaan

 

Saudara-saudari
Segenap Umat Beriman
Para Imam, Biarawan dan biarawati
di seluruh Wilayah Keuskupan Malang terkasih,

 

1.      Kelahiran Yesus Kristus yang kita rayakan pada perayaan Natal masih hangat di dalam hati kita. Marilah kita syukuri panggilan menjadi murid-murid Kristus yang dikasihi Allah, sebagaimana tema Pesan Natal tahun ini: “Allah Telah Mengasihi Kita. (1 Yoh 4:19) Dalam peristiwa inkarnasi itulah kita dididik menjadi anak-anak Allah yang berbelaskasih dan menghadirkan Kasih Allah bagi semua orang (1 Yoh 3: 1-2). Untuk memaknai peristiwa inkarnasi Allah menjadi manusia itu, marilah bersama dengan semua orang yang berkehendak baik, kita mawas diri bersama dengan ajakan KWI untuk mewujudkan keterlibatan Gereja dalam melestarikan keutuhan ciptaan.

2.         Dalam peristiwa inkarnasi tersebut Allah menghendaki, agar manusia sungguh berkembang sebagai Citra Allah (Kej 1:27), menjadi anak-anak Allah (1Yoh 3:1).  Peristiwa Inkarnasi menegaskan tujuan manusia diciptakan adalah untuk memuji, menghormati dan mengabdi Allah. Maka boleh dikatakan kita sebenarnya bertugas menjalankan “Missio Dei”, yaitu tugas hidup dari Allah. Dalam peristiwa inkarnasi itulah kasih Allah nyata dalam diri Yesus untuk membawa kerapuhan dan kedosaan manusia kembali ke martabat sejatinya sebagai putra-putri Allah yang telah nyata diterima dalam Sakramen Baptis. Baptisan yang sama mengandung tugas yang sama. Karena baptisan, kita telah ikut mati dan bangkit bersama Kristus (bdk.Rom 6:4), dan diharapkan hidup baru. Namun kita disadarkan oleh Roh Kudus, bahwa martabat manusia dirusak oleh manusia sendiri karena kebebasannya untuk berdosa. Relasi dengan Allah, dengan sesama manusia dan dengan alam, telah dijauhkan dari keharmonisan dan cinta, karena sikap egoistis dan hedonis.

Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus,

3.    Tidak ada bangsa yang besar dan mampu menguapayakan kemakmuran bersama, tanpa memikirkan dengan serius apa yang perlu bagi kelangsuangan generasi mudanya. Gereja Katolik dalam sejarahnya sangat sadar akan hal ini, seperti tampak dalam kisah santo Fransisikus Asisi. Dalam kelembagaan KWI sendiri kita memiliki komisi keadilan dan perdamaian serta keutuhan ciptaan. Selain itu di tingkat keuskupan sudah banyak yang mengupayakan gerakan pastoral ekologi dengan berbagai model, misalnya gerakan tani lestari, gerakan pembelaan hutan dan pusat pastoral ekologi. Ini merupakan tanda yang jelas, bahwa iman dan baptisan bisa menjadi sumber inspirasi untuk mengembangkan pendidikan ekologi generasi muda, agar sungguh berkembang secara utuh sebagai manusia. Manusia yang hidup utuh secara manusiawi akan memancarkan cahaya kemuliaan Allah penciptanya (Gloria Dei vivens homo- Irenaeus,  Adversus Haereses. IV.xx.7). Apa yang dapat kita sumbangkan bagi pendidikan ekologi dan kecintaan alam terhadap generasi muda bangsa Indonesia, dengan tetap berlandaskan semangat iman Kristiani?

4.        Gereja telah lama menaruh keprihatinan atas masalah lingkungan yang berakibat buruk pada manusia. Paus Paulus VI dalam Ensiklik Populorum Progressio (1967, No. 12) mengingatkan kita bahwa masyarakat setempat  harus dilindungi dari kerakusan pendatang. Hal ini diperjelas oleh Paus Yohanes II dalam Ensiklik Sollicitudo Rei Socialis (1987, No. 34) yang menekankan bahwa alam ciptaan sebagai kosmos tidak boleh digunakan semaunya dan pengelolaannya harus tunduk pada tuntunan moral karena dampak pengelolaan yang tidak bermoral tidak hanya dirasakan oleh manusia saat ini tetapi juga generasi mendatang. Paus Benediktus XVI dalam Ensiklik Caritas in Veritate (2009, No. 48) menyadarkan kita bahwa alam adalah anugerah Allah untuk semua orang sehingga harus dikelola secara bertanggungjawab bagi seluruh umat manusia.

5.         Gereja Katolik Indonesia pun dan secara khusus Gereja Keuskupan Malang telah menaruh perhatian besar pada masalah lingkungan. Hal ini ditegaskan dalam Pesan SAGKI 2005 berjudul “Bangkit dan Bergeraklah” yang mengajak kita untuk segera mengatasi berbagai ketidakadaban publik yang paling mendesak, khususnya yang berhubungan dengan lingkungan hidup dan keutuhan ciptaan. Gereja juga telah melakukan banyak usaha seperti edukasi, advokasi dan negosiasi dalam mengatasi pengrusakan lingkungan yang masih berlangsung terus bahkan kian meningkat kualitas dan kuantitasnya.

 

Gereja meningkatkan kepedulian

6.         Kami mengajak seluruh umat untuk meneruskan langkah dan meningkatkan kepedulian dalam pelestarian keutuhan ciptaan dalam semangat pertobatan ekologis dan gerak ekopastoral. Kita menyadari bahwa perjuangan ekopastoral untuk melestarikan keutuhan ciptaan tak mungkin dilakukan sendiri. Oleh karenanya, komitmen ini hendaknya diwujudkan dalam bentuk kemitraan dan gerakan pastoral bersama, baik dalam Gereja Keuskupan Malang di tingkat paroki sendiri maupun dengan semua pihak yang terlibat dalam pelestarian keutuhan ciptaan.

7.         Kepedulian dan gerakan di tingkat basis kiranya merupakan hal yang paling mungkin diupayakan dengan tetap memegang visi dan misi bersama. Dalam seruan pastoral ini beberapa langkah yang bisa kita buat dimana kita berada dan dengan cara yang paling mungkin bagi kita masing-masing, misalnya:

7.1.      Kepada saudara-saudari kami yang berada pada posisi pengambil kebijakan publik : kebijakan terhadap pemanfaatan sumber daya alam dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RT-RW) hendaknya membawa peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup. Undang-undang yang mengabaikan kepentingan masyarakat perlu ditinjau ulang dan pengawasan terhadap pelaksanaannya haruslah lebih diperketat.

7.2.      Kepada saudara-saudari kami yang bekerja di dunia bisnis : pemanfaatan sumber daya alam hendaknya tidak hanya mengejar keuntungan ekonomis, tetapi juga keuntungan sosial yaitu tetap terpenuhinya hak hidup masyarakat setempat dan adanya jaminan bahwa sumber daya alam  akan tetap cukup tersedia untuk generasi yang akan datang. Di samping itu, usaha-usaha produksi di kalangan masyarakat kecil dan terpinggirkan, terutama masyarakat adat, petani dan nelayan, serta mereka yang rentan terhadap perubahan iklim dan bencana lingkungan, perlu lebih didukung.

7.3.      Kepada umat Katolik Keuskupan Malang sekalian : kita sebagai umat Katolik Keuskupan Malang hendaknya mengembangkan habitus baru dalam konteks bahwa wilayah Keuskupan Malang juga merupakan daerah wisata, yaitu khususnya hidup selaras dengan alam berdasarkan kesadaran dan perilaku yang peduli lingkungan sebagai bagian perwujudan iman dan pewartaan dalam bentuk tindakan pemulihan keutuhan ciptaan. Untuk itu, perlu dicari usaha bersama misalnya: pengolahan sampah, penataan keindahan alam berbasis gerakan ramah lingkungan hidup, penanaman pohon, gerakan percontohan di bidang ekologi, pengembangan dunia usaha bagi rakyat untuk mengembangkan usaha-usaha disekitar tempat wisata tetap dalam koridor ramah lingkungan dan keberlanjutan alam serta lingkungan. Secara khusus lembaga-lembaga pendidikan khususnya yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Katolik diharapkan dapat mengambil peranan yang besar  dalam gerakan penyadaran akan masalah lingkungan dan pentingnya kearifan lokal.

8.         Tahun Iman yang dibuka oleh Paus Benediktus XVI pada tanggal 11 Oktober 2012, antara lain mengingatkan kita untuk mewujudkan iman kita pada Tuhan secara nyata dalam tindakan kasih (bdk. Mat 25: 31-40). Dengan demikian tanggungjawab dan panggilan kita untuk memulihkan keutuhan ciptaan sebagai wujud iman makin dikuatkan dan komitmen ekopastoral kita untuk peduli pada lingkungan kian diteguhkan. Kita semua berharap agar sikap dan gerakan ekopastoral kita menjadi kesaksian kasih nyata dan “pintu kepada iman” yang “mengantar kita pada hidup dalam persekutuan dengan Allah” (Porta Fidei, No.1). Kita yakin bahwa karya mulia di bidang ekopastoral ini diberkati Tuhan dan mendapat dukungan semua pihak yang berkehendak baik.

Penutup

Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudari yang telah setia menekuni, mengusahakan dan memperjuangkan kelestarian keutuhan ciptaan dengan caranya masing-masing. Semoga Allah yang telah mencipta segala sesuatu, senantiasa memberkati rencana dan usaha kita bersama ini.

 

Malang, Januari 2013

Uskup Keuskupan Malang

 

 

 

 

Msgr. Herman Joseph  Pandoyoputro O. Carm

dibacakan di Gereja-gereja Paroki, Kapel semi publik di seluruh wilayah Keuskupan Malang pada misa Minggu Biasa Pekan Doa sedunia tanggal 19-20 Januari 2013

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>